Ramalan Kedelapan Jayabaya

Menyongsong Ramalan Kedelapan Jayabaya
Ditulis Oleh Sujiwo Tejo
Jumat, 08 Januari 2010

Image Kejayaan Nusantara Muncul pada 2012 SAYA yakin tak lama lagi Nusantara kembali berjaya. Ramalan ke-8 Jayabaya tentang kembalinya Sabdo Palon Noyo Genggong akan terwujud sebentar lagi. Dua makhluk gaib yang kemunculannya dipercaya menandai kejayaan Nusantara itu mungkin keluar sekitar 2012.

Ini kalau kita klop-klopkan prakiraan rekan-rekan peminat dunia paranormal tanah air dan suku Maya. Kisaran kemunculan makhluk gaib itu pada 2012-2016. Sementara peristiwa besar dunia yang sudah diramalkan suku Maya adalah kiamat pada 21 Desember 2012. Ramalan suku bangsa ahli perbintangan yang hidup di selatan Meksiko itu mengguncang dunia ilmiah tahun lalu karena tanda-tandanya juga mulai terbaca oleh ilmu pengetahuan.

Ramalan ke-8 Jayabaya kita yakini akan terjadi dalam waktu singkat jika peristiwa nyata akhir-akhir ini kita lihat sebagai pertanda. Misalnya, gerakan rakyat mengumpulkan koin solidaritas buat Prita Mulyasari juga kita yakini sebagai pertanda awal terjadinya ramalan ke-7 Jayabaya, yaitu Tikus pithi anoto baris. Dengan kata lain, terjadi barisan pemberontakan rakyat dari berbagai penjuru Nusantara.

Misalnya, gejolak di berbagai daerah yang nyaris rata di Nusantara atas kacaunya daftar pemilih tetap pada pemilu lalu, gerakan sejuta Facebooker untuk mendukung Bibit dan Chandra. Kemudian gerakan nyaris semiliar koin buat Prita, meratanya demo nasabah kasus Bank Century, dan terperangahnya masyarakat atas terbitnya buku Gurita Cikeas karya George Junus Aditjondro…. Semua itu kalau diibaratkan musik adalah intro bagi lagu mars.

Itulah mars barisan pemberontakan rakyat semesta. Itulah makna Tikus pithi anoto baris alias tikus pithi menata barisan. Tikus pithi adalah tikus kecil-kecil kemerahan yang bisa merubung dan menggerogoti, bahkan baju dan celana yang sedang kita pakai.

***

Saya yakin ramalan ke-8 Jayabaya akan terbukti tak lama setelah ramalan ketujuhnya berlangsung. Dan, saya yakin ramalan ketujuhnya terbukti karena enam ramalan sebelumnya sudah terbukti. Yaitu, Murcane Sabdo palon noyo genggong (runtuhnya Majapahit), Semut ireng anak-anak sapi (masuknya Belanda), Kebo nyabrang kali (Belanda kenyang dan hengkang), Kejajah saumur jagung karo wong cebol kepalang (penjajahan Jepang selama 3,5 tahun sama angkanya dengan usia jagung 3,5 bulan), Pitik tarung sak kandhang (perang saudara di zaman Bung Karno), dan Kodok ijo ongkang-ongkang (tentara berkuasa di era Soeharto).

Bagi yang tak percaya nubuat, nujum, atau ramalan, baiklah saya sampaikan pesan dari para sejarawan. Mereka mengingatkan kita, setiap tempat memiliki siklus sejarahnya masing-masing. Nusantara, menurut studi mereka, memiliki cakra manggilingan alias putaran 700 tahunan. Lihatlah kisaran 2012 adalah 700 tahunan waktu dari kejayaan Majapahit, dan dua kali 700 tahunan dari kejayaan Sriwijaya.

Bagi yang tak percaya klenik, terawangan alias ”penglihatan”, baiklah juga saya sampaikan pesan dari dunia ilmiah, yakni fisika modern temuan abad ke-20. Bahwa chaos alias kekacauan akan terdorong ke arah chaos lebih lanjut sampai akhirnya ke puncak chaos. Di dalam puncak chaos itulah nanti terkandung energi internal yang mendorong keadaan kembali normal.

Pertanyaan saya, kurang chaos bagaimana lagi keadaan sekarang? Dan sekarang bukankah keadaan chaos itu tampak makin mengarah pada chaos lanjutan? Pada puncak chaos nanti, tak diperlukan lagi energi eksternal -misalnya campur tangan Amerika dan negara-negara asing lain- untuk mengembalikan keadaan menjadi normal. Pengembalian pada keadaaan normal akan terdorong dengan sendirinya oleh energi internal. Dan, kekuatan energi internal itulah yang sebenarnya menjadi landasan keyakinan orang banyak yang tak pernah luntur, yakni akan munculnya Satriya Piningit.

***

Saya yakin ramalan ke-8 Jayabaya segera terwujud karena tanda-tanda yang diisyaratkan rekan-rekan dari dunia paranormal cocok dengan orang-orang dari dunia ilmiah. Sebagai pendukung ramalan Jayabaya dari abad ke-11, ramalan Ronggowarsito sekitar 1,5 abad sebelum ditemukan teori chaos fisika modern, juga sesuai dengan prinsip-prinsip teori chaos.

Awal chaos adalah zaman Kalatida, zaman kekacauan pribadi-pribadi, sudah ditunjukkan setidaknya sejak era Soeharto yang berlanjut hingga era reformasi dan kemudian ditandai kacaunya penyelenggaraan Pemilu 2009. Chaos tersebut berlanjut ke ambang puncak chaos, yakni zaman Kalabendu, zaman kekacauan kolektif yang menyebabkan antara lain masyarakat tergugah meresponsnya dengan gerakan sejuta Facebookers untuk Bibit-Chandra atau pengumpulan koin untuk Prita.

Setelah Kalatida dan Kalabendu serta energi internal yang terkandung dalam Kalabendu cocok dengan teori chaos, Ronggowarsito jauh sebelum teori chaos ditemukan sudah meramalkan Kalasuba, zaman kesejahteraan setelah kita melewati Kalatida yang selanjutnya memuncak ke Kalabendu.

Saya yakin zaman Kalasuba akan muncul di Nusantara. Buku Prof Arysio Nunes dos Santos, Atlantis: The Lost Continent Finally Found terbitan 2005, menunjukkan bahwa kerajaan Atlantik yang pernah berjaya dan sampai sekarang masih misterius bisa jadi tempatnya tidak di mana-mana, melainkan ya… Nusantara ini.

Temuan pakar Amerika Latin yang terjemahan Indonesianya terbit Desember 2009 itu seakan memperkukuh studi kurang lebih 30 tahun Dennys Lombard melalui bukunya Nusa Jawa: Silang Budaya. Lombard, antropolog Prancis, menggarisbawahi secara lebih detail dan meyakinkan soal betapa istimewanya kedudukan Nusantara dahulu, sekarang, maupun -seharusnya- di masa yang akan datang.

Dan izinkan saya untuk selalu yakin pada harapan itu. (*)

Sumber:

JawaPos
Sujiwo Tejo

About these ads

17 responses to “Ramalan Kedelapan Jayabaya

  1. Cup cup cup uuuwah Din Saymsuddin. Dimana lagi nilai Susilo Bambang Yudhoyono. Mengapa oposisi dan lawan-lawan politik di Indonesia tetap banci tak mampu jatuhkan SBY. Padahal dia tak berbeza banyak dengan Suharto dan lebih buruk lagi, kerana semua untuk bahkan kepentingan peribadi, keluarga, khususnya anak-anaknya serta kroni dalam kerajaan dia. Tengoklah putarnya dipasang sebagai satu pemimpin parti Demokrat, isterinya konon nak dicalon sebagai presiden akan datang. Ini lebih dari kerajaan Orba Suharto. Kalau Suharto dulu lebih banyak berjuang untuk rakyat dan takut kepada mahasiswa, Yudhoyono tak. Yudhoyono justeru menerusi Orde Baharu saat kami Malaysia pun dah lama tinggalkan cara macam tu khususnya selepas dunia semakin dah berubah dan kami lebih banyak menggalakkan pembangunan fisikal untuk kemaslahatan dan kenyamanan publik. Tengok, negeri kami bersih dan asri. Udara segar pencemaran hawa tak ada. MRT dan rangkaian keretasemua bagus, kereta dan sepeda motor tak banyak, apa Yudhoyono mempunyai haluan dasar macam kami. Tapi perkembangan baharu menuju ambang kehancuran makin teruk. Terkini yalah rasuah atau korupsi berjemaah terang-terangan di kerajaan Yudhoyono dan DPR. Dalam pemerintahan SBY, terkini yalah jalan-jalan rombongan kerajaan Yudhoyono atas nama menghadiri G20 Kanada yang tak jelas untungnya bagi rakyat negeri jiran ni. Dengan pesawat berbadan lebar, Yudhoyono terjerat menghamburkan wang negeri. Masih belum puas lagi, Susulan jalan-jalan ke Turki. Masih belum puas lagi, tamasya ke Makkah atas nama umrah pula. Inilah rasuah terang-terangan. Sedangkan DPR sebagai membarter tak ungkit perkara skandal bank Centuri, maka bolehlah jalan-jalan ke Eropah atas nama kajian perbandingan.

    R a s u a h t e r a n g – t e r a n g a n. Rasuah berdalih tugas negara. Puas-puaskan diri dan teman-teman tanpa prihatin rakyat negeri jiran itu dicekiknya dengan harga-harga barngan dinaikkan tanpa memikirkan kemampuan beli mereka. Inilah cara dahulu Suharto memimpin Indonesia, dah ditinggalkan orang-orang Suharto kecuali Yudhoyono sendiri. Supaya tampak Yudhoyono taat berugama, supaya majoriti Muslim negeri jrian tu tertipu lagi dan lagi dengan simbol dan penampilan berugama kulit luaran bagi kuasa bertahan. Di Makkah SBY berkata di depan rombongan sesama koruptor terang-terangan berdalih “umrah”, memperdaya ummah muktamar Muhamamdiyah di Yogyakarta, memminta supaya Muhammadiyah jangan mengeras. Itu sesunguhnya bagi menyindir kemungkinan masukn Muhdi PR ke syarikat masyarakat Muslim terbesar kedua tu. Juga di bawah pemimpin Din Syamsuddin, Muhammadiyah undian tak menyokong kerajaan Yudhoyono. Tapi semua orang diamanapun paham, kami budak-budak pelajar Malaysia pun faham, itu kerana kerajaan Yudhoyono tak pro rakyat dan tak jelas arah. Membanteras rasuah tak jelas dan tebang pilih. Din Syamsuddin berkata di depan ummah besar mukmatar tu bahawa Muhammadiyah akan tetap kritis. Alamak hebatnya Syamsuddin. Cup cup cup uwah.

    Ada pula televisyen ceroboh dengan berkata bahawa “ada intel masuk” ke Muhamamdiyah dan Nahdhatul Ulema (NU). Rupanya semata tipuan kata-kata medua tolol tu. Sesungguhnya yang dipilih media tu yalah bahawa satu ataupun dua eks pegawai perisikan negeri jrian tu, nak masuk ke dua syarikat masyarakat Islam Indonesia yang terbesar tu Muhamamdiyah dan NU. Iaitu Muhdi PR yang dituduh membunuh aktivis hak asasi manusia Munir, dan tokoh lain tu yalah As’ad, juga eks pegawai perisikan. Mula ataupun dahulu semasa tengok televisyen tolol tu orang nak peroleh kesan seolah akan sengaja disusupkan perisikan ke dalam NU dan Muhamamdiyah bagi memata-matai tokoh-tokoh penting disana. Ternyata yang media tu maksud hanyalah bahawa ada dua tokoh tersebut nak bergabung di dalamnya. Itulah penyesatan kata-kata wartawan / televisyen tolol sangat, tak mampu membuat kata.

    I n d o n e s I a p a s t i berjalan mundur dengan p r e s I d en macam t u. Macam mana penilaian orang? Jelas sangat tentu tak ada masalah kalau pegawai perisikan dah pencen masuk ke dalam syarikat masyarakat macam tu. Kedua-duanya pasti sekadar berkhidmat untuk bangsa, rakyat dan ugama, kerana kedua-duanya mempunyai pengetahuan jauh lebih baik berbanding dengan Yudhoyono, hanya sahaja rakyat dah terbawa terindoktrinasi bahawa orang perisikan bagaimanapun pasti jahat. Tak lah dan bergantung. Pun kedua-dua eks pegawai perisikan tu masuk ke UN dan ataupun Muhamamdiyah, kerana itu kemungkinan dan jalan satu-satunya boleh jadi calon pemimpin negara, dalam era demokrasi ni. Kalau misalnya dibuat coup d ‘etat risiko agak berat. Maka siapapun nak boleh pilih menyertai dalam syarikat masyarakat besar yang membolehkan menjadi pemimpin nasionalis sejati bukan boneka kapitalis liar hutan belantara dalam era Yudhoyono macam ni. [Yudhoyono membuat kekeliruan besar sangat, kerana tanggung memberantasi rasuah, cuci tangan kepada sistem kehakiman, membiri rakyat di seluruh Indonesia semakin melarat; 4 anak ditinggal ibu cari suami lain, sang suami di penjara; balang-balang gas menjadoi bom di rumah tangga, anak -anak dibunuh diambil orderdil badan untuk dijual, Yudhoyono diam sahaja].

    Muhdi PR ataupun As’ad ataupun yang lain selain Yudhoyono jelas lebih cemerlang untuk Indonesia. Seorang tutua Muhammadiyah macam Amien Rais dan khususnya Ma’arif senang tokoh tokoh terbaik macam Muhdi PR dan As’ad, iaitu nasionalis nasionalis sejati macam Wiranto/Prahabowo pula berada dalam Muhammadiyah kalau menyedari betapa presiden sekarang semakin memusnahi rakyat, memiskini rakyat, pelanggar Perlembagaan 1945 . Hanya dengan orang-orang berani macam mereka bukan macan Yudhoyono yang tak jelas, kerana mereka pasti dah insaf takkan lagi mahu membunuh rakyat, maka Nusantara boleh mensejahteri rakyat negeri jiran tu secara merata berkeadilan tanpa jurang, ekonomi makin lebar macam sekarang ni.

    U s m a n H a m i d b e r k a c a m a t a k u d a. Usman Hamid – bukan ayah saya Hamid bin Hasan – dari NGO Kontras berkenaan kemungkinan menyertai Muhdi PR dan As’ad kepada syarikat masyarakat Muslim yang kedua terbesar dan pertama tu, tak setuju dengan tu. Jelaskah kerana Hamid membawa misi Barat. NGO Kontras sebagagian wangnya berasal dari Barat. Macam negeri negeri Sarawak jelas tak nak ingin NU dan Muhamamdiyah ada Muhdi PR, As’ad, Suripto, apalagi macam Wiranto ataupun Prabowo, nasionalis-nasionalis pengabdi rakyat dan walaupun mereka berjanji dah berubah dan tak lagi membunuh rakyat, di saat kerajaan Yudhyoono justeru rajin membunuh rakyat sendiri atas nama dan main tuduh korban-korban selama ni dikatakans ebagai pengganas-pengganas. Pabila macam ni, mana yang lebih jelas dan menegakkan hak asasi dan menghormati nyawa manusia, paksi Muhdi PR atau paksi kerajaan Yudhoyono dengan kapolnas a la Hitler. Hamid tak pandai tengok bahawa sesungguhnya yang membunuh Munir kemungkinan besar justeru agen-agen Belanda ataupun CIA. Tengok pula kes penenggelaman corvette Cheonan Korea Selatan baharu baharu ini. Amerika Syarikat dan Korsel main tuduh itu kerjaan Korut, yang jelas dah sering sering berkata: “Itu yalah rekaan Amerika Syarikat.” Barat khususnya Amerika Syarikat sanang membuat rekaan di mana-mana, supaya negara macam Nusantara pun tak maju-maju. Inat dan tengok macam tu.

    Menyertai Muhdi PR, As’ad dan tokoh-tokoh ansionaliss ejati bukan boneka Barat ke dalam NU dan Muhamamdiyah dan kalau perlu pun pula ke syarikat masyarakat majmuk baharu Nasional Demokrat, yalah penting sangat, supaya pemimpin palsu macam Yudhoyono, iaitu boneka kapitalis liar hutan belantara, dan pemiskin majoriti rakyat tu, boleh akan tergantikan. Harusnya dominasi Barat di Indonesia dah selesai sejak mula reformasi 1998, tapi kenapa sehingga kini tak kunjung selesai, dan bahkan sekarang ni dilanjutkan oleh Yudhoyono. Harga-harga mula naik tinggi lagi, orang-orang rakyat diberantasi, bukan kemiskinan yang diberantasi. Mafia keadilan mahupun koruptor profesor pun dalam dalam sahaja dalam ketiak kerajaan Yudhoyono, bermakna sebuah cuci tangan nyata atas nama, sebuah blunder, tak turut campur urusan kehakiman oleh Yudhoyono, sehingga membiari pemimpin-pemimpin korup di dalam kejaksaan agung dan polis Nusantara. Oleh Yudhoyono yang meniru Suharto, agama pun diperalatkan sempurna bagi menipu lagi lagi kepada rakyat.

    Tengok perkataan Yudhoyono dalam sambutan pidato, masih belum puas hamburi wang rakyat bahkan selesai dating ke G20 bahkan jalan-jalan ke Turki dan bahkan pergi atas nama umroh, saat dia berkata untuk kongres Muhamamdiyah. Bukti nyata sangat bahawa walaupun negeri jiran tu telah tinggalkan era Suharto tapi pengganti Suharto, iaitu Susilo Bambang Yudhoyono, terbukti autoritarian pula dengan agenda-agenda kepentingan peribadi dan kumpulan sendiri. Bukti lebih nyata sangat lagi yalah walaupun 10 tahun lebih reformasi demokrasi diupayai, eks tentera tu bermain dengan cara sendiri agak lebih halus tapis ama bahayanya macam Suharto, yang mana hampir semua bidang tetap dikuasa dengan cara-cara lama dari politik sehingga bisnez. Padahal dalam tahun 2004, Yudhoyono dah berkata bahawa semua bisnez dan politik dikuasa mereka harus diakhiri dalam limatahun; masa itu telah lewat dan tak ada tanda itu berakhir. Pabila macam ni ada dua kemungkinan: 1) Yudhoyono Pemain sandiwara murahan, bermakna dia tetap bahagian kekuasaan lama, atau 2) Yudhoyono mencuba berbeza tapi dia lemah sehingga bagaimanapun diam-diam membuat krompomi tak tampak oleh rakyat dan penganalisis bahawa dia telah dalam kejahatan tu. [Ada opini lebih betul sila majukan kepada saya: saudahahmadbintiusman@msckl.my].

    • Indonesia akan maju boy …
      Kutarik hutang malaysia mau apa !?!
      BISANYA NEGARA KOPY PASTE DOANG
      Negara xox ng punya budaya.
      malu sangat.
      ngaca dong boy.

    • tikus pithi anoto baris….. kulit putih mengalang kekuatab kApitalis….. 500 tAhun setelah runtuhnya mAjApahit. dlm tahun samsiah ada perbedaN dgn penaaggalan komariah….. 300tth berbandinG 309
      tepatnya awal orba 60an
      banyak kandungan ramalan terpengaruh oleh rezim yg berkuasa.
      harap maklum demi kepentingan penguasa…..
      akan datang masa Wibowo waeko santoso.. berwibaw KEUTAMAAN kesesjahteraan….

    • ngaca cik, penjarah tanah masih berlagu bijak. sialan amat kamu jadi manusia. lihat tengkukmu, urus negaramu sendiri jangan sok bijak ngurusin negara orang. anak bini lo aja urusin bro.

    • Terima kaseh puan Saudah atas kritikannya. Memang tidak dapat dipungkiri, bahwa para penguasa Indonesia pada saat ini bukan untuk rakyat, tetapi untuk diri mereka sendiri. Janji tinggal janji. Biaya politik ” harus kembali ” . ” Mulai dari modal, bunga dan keuntungannya ” harus diraup kembali.
      Bangsa ini sedang merindukan seorang ” Satrio Piningit ” yang merupakan hayalan belaka. Mengapa tidak ??? Coba ditilik kembali kebelakang, setiap anak bangsa ini dari kecil sudah diajari doktrin-doktrin untuk menipu diri sendiri. Bayangkan !!! untuk menipu diri sendiri saja mereka mampu, apalagi menipu ” Orang lain “( sekedar contoh mereka diajarkan bersumpah ataupun bersaksi untuk hal-hal yang tidak mereka saksikan atau mereka alami dll, ). Jadi jangan apatis dengan pemimpin sekarang, karena memang keadaan yang membuat mereka begitu. dalam membuat kebijakan, mereka juga tidak pernah memikirkan efek domino yang ditimbulkan oleh kebijakan mereka, Sekedar contoh: gaji buruh dinaikkan, apakah bisa menjamin buruh sejahtera !!!???. Gaji buruh naik, tidak lebih dan tidak kurang hanya kesejahteraan yang semu. Mengapa ????. Kenaikan upah buruh akan menyebabkan harga juga turut naik, gaji buruh naik 30 % harga barang naik 10 % dan akan di ikuti oleh yang lain2 naik. apakah sejahtera ????. Tapi yang jadi korban adalah para pedagang, petani, tukang becak dan seluruh masyarakat yang harus” menyumbang kenaikan 10% “demi kesejahteraan semu para buruh. Para pemimpin saat ini tidak pernah belajar dari negara berkembang seperti cina yg sekarang sudah menjadi negara maju. Mereka menekan biaya produksi sekecil mungkin agar barang menjadi murah dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat yang akhirnya akan menghidupkan seluruh sektor ekonomi secara global karena meningkatnya daya beli masyarakat. Tks. TTd. Joyokencono

  2. Pemeritahan sekarang cuma untuk dagang buat kerja saja ng pada mikir orang kecil .
    Komisi ,apaan komisi ????/!!!!!!!!!!!
    Komisi mengais rejeki minta-minta ,lebih hina dari pada pengemis.
    sandiwara yg goblokkkkk…..
    Rakyat ditindas ng memberontak kenapa ?!!
    Bangkit rakyat indonesia lawan pemerintahan dagang dan pengemis ,pemain sandiwara.
    Negara kaya kok jd miskin pemikiran gini .
    bangkit nah lawan pemerintahan tolol ni…..!
    Bangkitkan jiwa harimau kalian perangi kemunafikan pemerintahan yang tolol ni.
    Jangan menindas yg kecil !!!!!
    Bantu lah orang kecil untuk maju ,jangan malah diperburuk.
    anak anak pada kelaparan pengetahuan dan kelaparan makanan .
    Bangkit untuk maju jangan andalkan negara lain ,ya malah ditidaslah .
    Semua didunia milik negara kita kok pada takut .
    Jangan mau dijajah otak tu.
    tarik kembali hak kita ,hak kemakmuran dan kejayaan .
    bangkit bangkit bangkit bangkit……!!!!!!! jangan tidur mulu…..!!!!!

    • sabar kawan, jangan pernah mengeluh, segala sesuatu memang ada prosesnya. kebobrokan yang sekarang tanggung jawab kita bersama untuk memperbaiki agar dimasa depan menjadi lebih baik. mulai dari diri kita sodara sodara, adik dan anak kita persiapkan agar kedepan jadi lebih baik dan kembali jaya……

      damai negeriku sejahtera bangsaku Indonesia

  3. semut ireng.. anak anak sapi= masih kecil sudah ditempa dgn pekerjaan yg berat berbondong bobdong…. kodok ijo ongkong ngkong= bangkitnya kekuatan militer… bukan ongkang ongkang.. banyak sekali yg hilang dar serat tersebut.

  4. tanpa mendahului kehendak Allah…
    dan menurut tebakan gue dia adalah…

    PAK JOKOWI…

    momentumnya sangat pas..

    from nothing to something..

    15 tahun jadi pengusaha..
    7 tahun jadi walikota…

    sekarang jadi Gubernur DKI…

    InsyaAllah 2019.. atas kehendak Allah dan didukung rakyat beliau jadi Capres paling potensial.. dengan catatan DKI maju.. hehehe..

    mohon maaf yg kurang berkenan.. :D

    • Penentunya di DKI, yang bisa dikata seluruh budaya dan masyarakat Indonesia terkumpul disana. Jika beliau berhasil di logos kecil Indonesia, bukan tak mungkin akan berhasil pula di logos besar Indonesia…..Amiiin….

  5. kita bangsa Indonesia, wongcilik tak berdaya seperti saya, hanya bisa berharap, meyakini harapan, nanti akan kembali gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja……
    saya juga yakin akan datang waktunya meskipun mungkin usia saya tak sampai ke masa jaya itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s